09/01/2010

PAHALA KEBAJIKAN

Pada Pertemuan Pengadilan orang-orang Mu’min akan berkata, ”Wahai Malaikat, bukankah Neraka itu jalan umum
Yang dilalui orang-orang mu’min dan kafir? Namun kami tak melihat asap maupun api dalam perjalanan kami.”
Maka Malaikat menjawab: ”Kebun yang terlihat ketika kalian lalui
Sebenarnya itulah Neraka, namun bagi kalian tampaknya bagai kebun hijau yang indah.
Karena kalian berjuang melawan nafsu dan memadamkan kobaran berahi demi Tuhan,
Maka ia menjadi hijau dengan kesucian dan menerangi jalan keselamatan;
Karena kalian mengubah bara kemarahan menjadi kelembutan, dan kebodohan yang kelam menjadi pengetahuan yang terang;
Karena kalian membuat jiwa yang berapi-api (nafsu) menjadi kebun buah-buahan di mana burung Bulbul selalu memanjatkan doa dan pujian –
Maka bagi kalian api Neraka berubah menjadi tumbuh-tumbuhan hijau, bunga-bunga mawar, dan kekayaan tanpa akhir.”


Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Mas. II, 2554