Mungkin bumi tak pernah mengundang hujan untuk hari esok
bukan congkak, karena air memang disekelilingnya
dan awan, ia hanya tidak ada jawaban
lembutnya awan, mengikuti kemana angin membawanya
lalu meluluhkan kegersangan bumi meneruskan kehidupan, itu saja
hai, betapa indahnya matahari setelahnya
setelah hujan
menggembirakan bururng-burung dan anak-anaknya
menyusuri awan menghapus gelapnya
kemudian memesona seluruh dunia
bumi bisa saja sombong karena tidak tahu untuk apa hujan mengguyurnya
lalu biarlah kau bumi hanya tempat untuk mayat-mayat hewan dan manusia
matahari juga, jika cemburu melihat pelangi membelakangimu
dan berkata,"bisa-bisanya ia"
jadilah kau matahari tampak membosankan tanpa bintang dan pelangimu
tiap-tiapnya berjalan sesuai
dan menyisakan keagungan tak ternilai
betapa mustahilnya kita melihat kejadian esok atau nanti
sehingga belum tentu menyimpulkan akhirnya
sesuai atau tak terpenuhi
ikthiar dan tawakalku kepadaMu
Kau Penentu, yang terbaiklah pilihanMU
Puisi Karya: Fateh
Kategori Puisi: Puisi Harapan