tepi hari berbedak kemuning
kebutkan kabut tuk bergegas luput
menu-kan kaki-kai penapak rimba asa
tak gentar hadapi riak pijar
tanggalkan ego eka yang berawa
rusuk-rusuk yang sibuk demi mulut
sibakkan palung keruh dengan kewarasan
dalam detak kala yang masih berputar
lunaskan tunas cita yang ditetas sejak awal
layatkan kedipan debu peleleh peluh
kuntum-kuntum via jemari masih harus dirangkai
menyambung renda jiwa sejak dilahirkan
tak ada akhir bagi hati yang membumi
selalu diselubungi jejak damar esok
dalam gambar samar asa yang tak pernah pudar
buncahkan nafas sukma dalam deret usia
lajur waktu ibakan nyawa bertahan
bukan cendawankan otak sebentuk batu
gesakan asa demi kalbu tersisa
gucikan masa depan dalam sanubari
seperjalanan ruh menumpang daksa
Puisi Karya: Risma Adhani
Kategori Puisi: Puisi Perjuangan