27/01/2010

KEMATIAN DAN MAKAM MISTIK

Makammu bukanlah diperindah oleh batu, kayu dan plesteran;
Bukan itu, melainkan dengan menggali makam untuk dirimu sendiri dalam kesucian ruhani dan menguburkan egoisme dirimu di dalam egoisme-Nya
Dan menjadi debu-Nya dan terkubur dalam cinta-Nya, sehingga Nafas-Nya dapat memenuhi dan menghidupimu.
Sebuah makam dan kubah menara kecil tidaklah menyenangkan bagi para pengikut Yang Maha Besar.
Sekarang lihatlah orang hidup yang berkain satin: apakah jubahnya yang indah itu menuntun pengertiannya terhadap segala sesuatu?
Jiwanya tersiksa, kalajengking deritanya berdiam di dalam hatinya yang benar-benar pedih.
Lahirnya, penuh dengan tanda jasa dan hiasan; nemun batinnya mengerang, menjadi mangsa berbagai pikirannya yang pahit;
Dan lihatlah, orang lain, yang berjubah tua lagi kumal, pikiran-pikirannya manis bagai tebu, kata-katanya bagai gula!


Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Mas. III, 130