08/01/2010

ORANG YANG MELARIKAN DIRI DARI IZRAIL

Suatu pagi, datang pada Nabi Sulaiman yang berada di gedung pengadilan
Seorang bangsawan, lari tergopoh-gopoh,
Wajahnya pucat karena sedih, kedua bibirnya membiru.
”Sakitkah, engkau, Khwajah?” tanya Sang Raja.
Dia menjawab:
”Ah, waktu Izrail melemparkan pandangan
Kepadaku, ia penuh amarah dan kebencian.” ”Wahai pelindung hidupku,
Aku mohon kepadamu, perintahkanlah Angin membawaku langsung ke India: semoga, setelah sampai di sana, hambamu akan selamat jiwanya dari Kematian.”

Betapa banyak orang yang melarikan diri dari kedarwisan
Jatuh ke dalam rahang serakah dan harapan yang sia-sia!
Ketakutanmu kepada kedarwisan itulah yang membuat orang malang tadi berteror,
Keserakahan dan ambisi adalah India-mu.
Nabi Sulaiman memerintahkan Angin cepat membawanya
Melintasi lautan menuju pedalaman India.
Esok harinya, ketika Sang Raja berada di sidang umum,
Dia bertanya kepada Izrail, ”Mengapa engkau memandang
Dengan sangat marah kepada orang Muslim itu
Yang rumahnya tidak lagi tahu di mana dia?” Bukan, bukan marah,”
Jawab Izrail, ”Ketika aku memandangnya;
Namun melihatnya pergi, aku terperangah heran.
Karena Tuhan telah menyuruhku mencabut nyawanya pada hari itu,
Di India. Di sana dengan penuh keheranan aku menanti.
Aku kira, bahkan jika ia punya seratus sayap
Tetaplah terlalu jauh baginya untuk terbang ke India.”

Pertimbangkanlah segala sesuatu di dunia dengan hukuman yang sama ini
Dan bukalah matamu serta lihatlah! Dari siapakah
Kita akan segera melarikan diri? Dari diri kita sendiri? Mustahil!
Lantas, dari Tuhan? Oh, sungguh kejahatan yang sia-sia dan sangat menyedihkan!


Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Mas. I, 956